Tuesday, 22 October 2024

Kumpulan Foto Jerapah Unik yang Dihasilkan oleh AI








Jika Anda penggemar satwa liar atau hanya menyukai hewan eksotis seperti jerapah, kini Anda dapat mengakses kumpulan foto jerapah yang dihasilkan oleh AI dengan berbagai gaya dan latar belakang unik! Teknologi AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, memungkinkan pembuatan gambar yang sangat realistis dan kreatif. Dalam blog ini, kami akan membahas bagaimana AI menciptakan gambar-gambar indah ini dan mengapa mereka menjadi alternatif menarik bagi fotografi tradisional.

Mengapa Memilih Foto Jerapah AI?

  1. Keunikan dan Kreativitas
    Setiap gambar jerapah yang dihasilkan AI tidak hanya tampak realistis, tetapi juga bisa dibuat dengan berbagai variasi warna, posisi, dan latar belakang yang tidak biasa. Anda dapat menemukan jerapah di padang savana yang nyata atau di lanskap imajinatif yang tak terduga!

  2. Aksesibilitas
    Dengan AI, Anda dapat dengan mudah mendapatkan gambar jerapah berkualitas tinggi tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Afrika atau mengandalkan fotografer profesional.

  3. Berbagai Pilihan Gaya
    Apakah Anda ingin tampilan realistis atau sesuatu yang lebih artistik? AI dapat menciptakan foto jerapah dengan berbagai gaya—mulai dari gambar naturalistik hingga yang lebih eksperimental dengan efek visual yang menakjubkan.

Cara Mengunduh Foto Jerapah AI

Kami menyediakan kumpulan gambar jerapah yang bisa diunduh secara gratis maupun berbayar. Semua gambar dibuat dengan resolusi tinggi, cocok untuk berbagai kebutuhan, seperti desain grafis, konten media sosial, atau bahkan dekorasi rumah.


  1. Klik Download Walpapeer di setiap gambar yang ingin Anda simpan.
  2. Pilih resolusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari 1024x1024 hingga 4K.
  3. Semua gambar dilisensikan secara bebas sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan kreatif!

Galeri Contoh

Berikut adalah beberapa contoh gambar jerapah yang telah dihasilkan oleh AI. Lihat bagaimana gambar-gambar ini menampilkan variasi luar biasa dalam pose dan lingkungan:

  • Jerapah di padang rumput dengan matahari terbenam oranye.
  • Jerapah di latar belakang futuristik dengan warna-warna neon.
  • Jerapah bergaya lukisan klasik dengan detail halus di setiap coraknya.

Anda dapat menemukan lebih banyak foto jerapah eksklusif di tautan unduhan kami. Setiap gambar tersedia dalam berbagai gaya, mulai dari natural hingga abstrak, sehingga Anda dapat memilih sesuai preferensi Anda.

Kesimpulan

Menggunakan foto jerapah yang dihasilkan AI membuka peluang baru untuk kreativitas. Anda tidak hanya mendapatkan gambar berkualitas tinggi, tetapi juga akses ke variasi yang tidak mungkin dicapai melalui fotografi tradisional. Jelajahi dan unduh gambar jerapah favorit Anda sekarang juga!

#AIJerapah #FotoJerapah #GiraffeLovers #AIGeneratedImages #FotografiAI #KoleksiJerapah #DownloadFotoAI #JerapahEksotis #GiraffeArt

Monday, 13 July 2015

Ngabuburit bersama Oi Kota Tasikmalaya & Jikun /RIF

kurang lebih 25 anak yatim piatu & musisi pada 14 Juli 2015 pukul 15.30 menghadiri acara Ngabuburit bersama Oi Kota Tasikmalaya di halaman exs DPRD kabupaten Tasikmalaya. selain dimeriahkan oleh Band-band putra daerah, acara ini juga dimeriahkan oleh Percisa Kids dengan membawakan beberapa buah lagu dari albumnya "Shulter of the Sky". yang tidak kalah menarik adalah dengan hadirnya gitaris band papan atas Indonesia, Kang Jikun /RIF. laki-laki gondrong yang bernama lengkap Adji Pamungkas ini sempat berkolaborasi diatas panggung bersama kawan-kawan penghibur lainnya. acara yang bertemakan "Oi Nyaring Danding Pang Geuing" ini diahkiri oleh kultum bersama KH. TB. Miftah Fauzi dilanjutkan dengan santunan dan pembagian takjil gratis. 



Saturday, 26 January 2013

Proposal Film "Ben Dera" *ABU PRODUCTIONS*

http://share.pdfonline.com/95789de07827412abfe338c3845564dd/proposal%20film%20Ben%20Dera_abu%20productions.pdf

Tuesday, 20 November 2012

“Nu Urang Keur Urang” Film Swasembada Warga Tasik - Screen Below The Wind







Ada pertanyaan menarik pada festival  Screen Below The Wind  yang saya saksikan tadi: “Apa jadinya jika masyarakat desa diajak membuat film?”

Film “Nu Urang Keur Urang” merupakan “proyek keroyokan” warga Mekarwangi Cikatomas dengan Kofita (Komunitas Film Tasik). Dengan durasi yang singkat, 16.14 menit. Cara yang digunakan oleh Kofita cukup unik, mereka hanya berusaha mendorong warga Mekarwangi untuk mendokumentasikan sendiri aktifitassnya dengan menggunaka n handphone untuk mempertahankan potensi sumberdaya alam berbasis masyarakat local. Inilah proses-proses pendidikan yang mampu mempertahankan tradisi mereka agar tidak tercabut dari akar sosial dan budaya yang mereka milik sendiri.

Tentu hasilnya jangan dibandingkan dengan film “Laskar Pelangi” yang meski sama-sama menggunakan warga lokal tetapi didukung oleh peralatan, naskah dan tim produksi yang profesional. Namun ke-amatiran itulah yang membuat film “Nu Urang Keur Urang” jadi menarik. Segala kepolosan dalam setiap adegan membuat film ini mengalir dengan jujur, sesuatu yang sudah langka kita temui akhir-akhir ini bukan?

Kang Wandi, dari Komunitas Film Tasik atau biasa disingkat Kofita yang berbasis di kota Tasik, menjelaskan bahwa dengan film dokumenter ternyata cukup efektif dalam mengedukasi masyarakat Tasik. Film dokumenter selain mengedukasi juga efektif digunakan untuk menggerakan masyarakat terhadap isu yang ingin mereka angkat. Salah satu cara yang ditawarkan Kofita adalah menawarkan cara yang tidak preventif sekalian dalam penanganan masalah sosial. Dan cara ini berhasil. Untuk menggerakan media dalam melakukan charity. Intinya seperti yang diungkapkan Kang Wandi, sejauh ini sarana film dokumenter cukup efektif untuk menjadi media penyampai pesan yang bersifat proaksi kepada masyarakat.
“Nu Urang Keur Urang” adalah bukti bahwa film dokumenter bisa diproduksi oleh siapa saja, sebuah pesan yang memang diangkat oleh Festival Screen Below The Wind ini: mem-booming-kan dokumenter.

Festival Layar di Bawah Angin
Festival Layar di Bawah Angin  (Screen Below The Wind Festival)  adalah ruang pertukaran budaya dan sejarah Asia Tenggara, melalui film dan foto dokumenter. Festival ini tidak hanya untuk peminat dan pelaku film dan foto dokumenter, tapi juga untuk siapapun yang ingin lebih emahami peristiwa yang terjadi di berbagai negara di Asia Tenggara.
Festival ini juga mempertemukan berbagai rekan yang selama ini saling mempengaruhi, yaitu pembuat film & foto dokumenter, publik, pelaku media mainstream dan bisnis melalui  berbagai kegiatan seperti Workshop Film dan Foto Dokumenter, Berbagi Bersama Dokumentarian, Sarasehan Dokumenter Asean.
Festival Layar di Bawah Angin  (Screen Below The Wind Festival)  menyambut kedatangan rekan semua, untuk duduk bersama, saling berbagi untuk memahami realita dengan lebih utuh di dalam suasana yang hangat dan sederhana.

Friday, 5 October 2012

FESTIVAL KABARET TASIKAMALAYA TERBUKA






PERSAYARATAN SEBAGAI PESERTA KABARET TASIKMLAYA TERBUKA


A.    Latar Belakang
Menyikapi peranan pemuda dewasa ini terutama di kalangan pelajar sudah sedemikian mengkhawatirkan. Sudah menjadi rahasiah umum prilaku pelajar dewasa ini meresahkan dimana tawuran menjadi tren, narkoba menjadi gaya hidup, pergaulan bebas hal yang dianggap biasa. Prilaku demikian sudah merambah ke daerah. Siapa yang harus disalahkan? Mencari jawaban ini agaknya tidak gampang sebab budaya ketimuran yang sejatinya menjadi filterisasi atau benteng pertahanan moral dewasa ini terkontaminasi, bahkan sudah merangsek ke zona pendidikan formal. Rusaknya moral di atas sedikit besarnya peran kapitalisme dan globalisasi yang kebablasan menjadi akar persoalan degradasi moral di kalangan pemuda tumbuh dan berkembang. Mengerikan memang! Kita tidak bisa memungkiri tayangan-tangan di televisi sangat berpengaruh tehadap gaya hidup generasi muda, celakanya tayangan tersebut jadi bagian dari live style dalam pegaulan di kalangan generasi kita. Kiranya virus inilah yang harus menjadi tred mark di kalangan generasi muda kita. Al hasil genersi muda yang seharusnya menjadi tulang punggung bangsa sekarang malah menjadi penghancur bangsa. Melihat fenomena ini KNPI selaku organisasi formal harus menjadi garda derdepan untuk mengkanter perihal persoalan degradasi moral yang sedang melanda generasi muda khususnya dikalangan para pelajar. Secara sadar atau tidak sadar bahwa generasi muda kita sedang di jajah secara budaya. Dan penjajahan ini lebih bahaya di banding penjajahan secara pisik. Maka solusi alternatif kiranya perlu adanya “perang” budaya, sebab hanya kekuatan budayalah yang akan bisa mengantisipasi persoalan diatas. Hakekatnya budaya  bertujuan untuk menyeimbangkan kemampuan dalam bentuk kegiatan formal dan non formal dengan maksud pembelajaran tentang stabilitas untuk menuju bangsa yang bermartabat. Adannya kegiatan event budaya diantaranya mengarah kepada kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan bakat dan minat serta pengembangan khasanah kebudayaan lebih jauhnya membentuk moral, etika dan yang berkembang di masyarakat. Pun sebagai usaha mengembangkan, pemahaman “nilai” dan melestarikan serta  merealisasikan makna budaya secara kodrati untuk  menuju  generasi muda  yang ber-etika dan berbudaya sesuai dengan cita cita bangsa. Disamping itu juga diharapkan dapat digunakan sebagai wahana untuk pengembangan sikap, menghargai budaya serta kemampuan kecakapan hidup lainnya. Peristiwa serupa di harapkan dapat mendorong pembentukan sikap dan pensikapan terhadap memanusiakan manusia yang sesungguhnya. Dan inilah tugas KNPI!.



B.     Persyaratan Pendaftaran

·         SMA/SMK/ sederajat yang ada di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
·         Mendapat rekomendari dari sekolah yang bersangkutan.
·         Menyerahkan naskah Kabaret paling lambat pada 24 November 2012  atau pada waktu      Technical Meetring.
·         Naskah yang akan di lombakan Karya sendiri, dengan tema……. Naskah diserahkan kepada panitia pada waktu Technical Meeting.
·         Alokasi waktu untuk pertunjukan panitia menyediakan durasi selama 25 menit, dengan peruntukan sebagai berikut, 5 menit untuk persiapan (pemasangan artistik pentas), 15 menit untuk pentas dan 5 menit untuk pembokaran pentas.
·         Jumlah pemain sebanyak  maksimal 20 Orang termasuk sutradara, penata artistik, dan Crew panggung.
·         Mengikuti technical meeting, sekalian daftar ulang seandainya tidak mengikuti Techincal Meeting kami anggap gugur.
·         Menyertakan tanda pengenal untuk para pendukung kabaret (kartu pelajar) di serahkan pada waktu Technical Meeting.
·         Jika peserta melebihi waktu pertunjukan yang telah ditentukan panitia maka akan didiskualifikasi oleh dewan juri.

C.    Peraturan Peserta Kabaret
Peraturan Peserta kabaret sebagai berikut:
·         Semua peserta memakai tanda peserta yang telah di sediakan panitia.
·         Semua peserta harus hadir pada saat pembukaan dan penutupan.
·         Semua peserta hadir ke gedung pertunjukan selambat-lambatnya 15 menit sebelum lomba dimulai pada setiap harinya.
·         Peserta yang akan tampil harus sudah siap berada di belakang panggung atau di ruang make-up ketika peserta sebelumnya tampil.
·         Setiap kelompok harus menyiapkan crew panggung minimal 3 orang.
·         Setiap peserta yang sudah tampil harus membereskan perlengkapan atau setting panggung setelah pentas selesai.
·         Pemasangan setting atau artistik diberikan kesempatan waktu oleh panitia selama 5 menit pemasangan dan 5 menit pembongkaran.
·         Pembongkaran setting atau artistik diberikan kesempatan waktu oleh panitia selama 5 menit pembongkaran.
·          
·         Untuk peserta luar daerah panitia tidak menyediakan penginapan.
·         Biaya akomondasi, konsumsi selama lomba berlangsung di tanggung peserta lomba.

D.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pelaksanaan Festival Kabaret akan dilaksanakan terhitung dari tanggal 25, 26, 27 November 2012. Bertempat di Gedung Kesenian Tasikmalaya Jln. Lingkar dadaha No 10,1/2  Tasikmalaya
E.     Uang  Pendaftaran

    Uang Pendaftaran untuk Festival Kabaret Tasikmalaya Terbuka sebesar Rp 100 000,00
    ( Seratus Ribu Rupiah)

v Tema dan Sipat Naskah  

Adapun tema naskah dalam lomba Kabaret se-Tasikmalaya,mengambil tema “patriotisme, semangat pemuda menuju Indonesia yang damai” yang bersipat Tragedi atau Komedi”.
v Waktu dan Tempat Pendaftaran

-          Pendaftaran di tutup sampai tanggal 24 November 2012
-          Tempat pendaftaran,
·         Sekretariat Komunitas cermin Tasikmayala, Jl. R.A.A Wiratanuningrat. No 29 Tasikmalaya
·         Skretariat KNPI Kabupaten Tasikmalaya,Jl. Pemuda No 2 Tasikmalaya
·         Gedung Kesenian Tasikmalaya, Jl.Lingkar dadaha No.10 ½ Tasikmalaya
v Kejuaraan

Panitia akan menentukan kejuaraan dengan Kreteria sebagai berikut,
·         Juara umum,    ( piala bergilir, dan piagam penghargaan)
·         Juara 1,                        ( Piala Tetap, Piagam dan uang pembinaan Rp. 2.000.000,- )           
·         Juara 2,                        ( Piala Tetap, Piagam dan uang pembinaan Rp. 1.500.000,-)
·         Juara 3,                        ( Piala Tetap, Piagam dan uang pembinaan Rp.    500. 000,-)
·         Harapan 1                    ( Piala Tetap, Piagam)
·         Harapan 2                    ( Piala Tetap, Piagam)
·         Harapan 3                    ( Piala Tetap, Piagam)

Panitia juga memberikan penghargaan khusus diantarannya.

·   Aktor terbaik                           ( Sertifikat )
·   Aktris terbaik                          ( Sertifikat )
·   Naskah terbaik                        ( Sertifikat )
·   Sutradara terbaik                     ( Sertifikat )
·   Penata artistik terbaik             ( Sertifikat )
·   Penata musik terbaik               ( Sertifikat )

v Dewan juri

Dewan juri terdiri dari 3 orang
·         Akademisi (Regoinal)
·         Praktisi seni (Nasional)
·         Birokrasi (unsur pemerintah yang ada hubungannya dengan budaya)
Segala yang sipatnya keputusan juri tidak bisa di ganggu gugat (hak prerogatif dewan juri)


v Lain-lain

-          Untuk peserta luar daerah panitia menyediakan tempat nginap alakadarnya di area gedung pertunjukan atau lobi gedung, apabila berkeinginan di penginapan maka panitia akan membatu menunjukkan atau memberikan informasinya.
-          Akomondasi, konsumsi selama lomba berlangsung di tanggungjawab peserta.

Dwonload Formulirnya disini : http://www.ziddu.com/download/20522521/formulir.docx.html






Thursday, 24 May 2012

KOMUNITAS CERMIN TASIKMALAYA (KCT) kembali menggelar Malming (Malam Minggu) Berbudaya dalam refleksi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kerjasama dengan Radar TV Tasikmalaya Menampilkan : 1. Kesenian buhun Calung Tarawangsa Dangiang Budaya dari Cibalong Kab. Tasikmalaya Pembicara diskusi: - Agus AW. S.Sen - Aseng Kartijan - Ketua KNPI Kab. Tasikmalaya Waktu : Sabtu, 26 Mei 2011 Jam. 19.00 s/d 23.00 WIB. Tempat : Radar TV Jl. SL. Tobing 99 Kota Tasikmalaya 2. Tari Jaipongan Si Mojang Herang 3. Pembacaan Sajak Sunda penyair Tasikmalaya
- Lendra Dipraja
- Tatang Pahat
- Irvan Mulyadie Bersabda
- Sarabunis Mubarok
- Wit Jabo Dongkrak
- Fery Oi
- Nina Minareli (Laila Katida)
- Vieoletta Estrella

Sunday, 22 April 2012

Disporaparbud di wilayah Jabar siap dukung pembuat film di daerah

22 April , 2012 | BisnisJabar.com
BANDUNG (bisnis-jabar.com): Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) di wilayah Jawa Barat mendukung setiap pembuatan film di daerah. Setidaknya Disporaparbud di Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Majalengka telah melakukan langkah-langkah konkret dalam membantu sineas di daerahnya. Hal tersebut terungkap saat Workshop Produksi Film/Sinetron dengan topik “Penyutradaraan Film Pendek” yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Acara tersebut mengundang seluruh perwakilan dinas terkait dan sineas dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat. Kasi Kebudayaan Disporaparbud Kota Sukabumi Cucu Ruswandi dan Yudi Aminuddin, seorang pembuat film, menunjukkan selama ini telah ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan sineas di daerah. “Kami yang ada di daerah akan kesulitan jika tidak bekerja sama dengan dinas terkait. Syukurnya Bapak Cucu ini yang juga orang panggung [teater], sangat membantu kami,” ujar Yudi kepada bisnis-jabar. Yudi menerangkan bahwa di Sukabumi yang notabene tidak memiliki bioskop, dirinya bersama penggiat film lain dan juga dinas terkait berhasil mengaktifkan bioskop rakyat. Bioskop rakyat tersebut dibuka di Gedung Juang’45, Jl.Veteran Sukabumi. “Di Sukabumi kan tidak ada jaringan bioskop 21. Jadi kami buat bioskop rakyat atas bantuan teman- teman dan pemerintah daerah juga. Film saya bisa diputar di sana dan antusiasmenya luar biasa,” ungkap mantan kru serial Keluarga Cemara ini. Dukungan serupa terjadi di Kota Tasikmalaya. Kepala Disporaparbud Kota Tasikmalaya Erik Permana mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung produksi film sebagai ekonomi kreatif di daerah. “Di Tasik, para pembuat film ini kami fasilitasi. Gedung kesenian di Tasikmalaya bisa dimanfaatkan oleh para penggiat film. Selain itu karena pasti yang namanya bikin film itu butuh alat, jadi kami sediakan pula alat yang bisa dipinjam para pembuat film di Tasik,” paparnya. Hal tersebut diamini oleh Rian Bungsu, pembuat film asal Tasikmalaya. Dia mengutarakan pihaknya cukup terbantu oleh dukungan yang diberikan pemerintah melalui Disporaparbud Kota Tasik. Kegiatan produksi film dapat terpantau oleh pemerintah daerah karena para pembuat film mau berkordinasi dengan dinas terkait. Hal itulah yang dilakukan oleh para penggiat film di Majalengka. “Sebelumnya kan ada dari Majalengka itu finalis LA Lights Indie. Nah, kita coba kordinasi sama dinas untuk melaksanakan sharing ilmu dari dia [finalis tersebut]. Eh ternyata kerja sama bisa terus lanjut. Kami jadi terus didukung,” ucap Ferga, perwakilan sineas asal Majalengka. Workshop hasil kerja sama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dan Institut Kesenian Jakarta Jurusan Film ini bermaksud memfasilitasi pelaku industri film di Jawa Barat agar memperoleh ilmu yang dapat diterapkan dalam proses produksi film. Selain itu, menurut Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Disparbud Jabar Agus Hanafiah, workshop tersebut menunjukkan bukti adanya fungsi pemerintah daerah sebagai regulator dan fasilitator. Dia berharap produksi film di daerah terus meningkat secara kuantitas dan kualitas. (m03/ajz) Oleh Abdalah Gifar

Saturday, 6 November 2010

Wednesday, 29 September 2010

RB Productions Video Syuting



VIDEO Syuting, mengabadikan moment terindah dalam perjalalan cinta anda kedalam media video, dengan teknik stylish semi candid bersama kamera-men yang telah berpengalaman dalam meliput pernikahan, Hkitanan, Wisuda, DLL dan diramu oleh editor yang juga telah berpengalaman menangani video editing sehingga menghasilkan video pernikahan yang enak untuk di tonton bersama keluarga.

Kami akan menyerahkan hasil liputan pernikahan anda dalam format dvd atau cd sesuai permintaan anda.

Video pernikahan anda akan dilengkapi dengan menu interaktif sehingga memudahkan anda untuk menikmatinya.


Harga Terjangkau kualitas Memukau dengan konsep lain dari biasanya.

Untuk pemesanan silahkan Hubungi: 0852 2005 8505 (Rian Bungsu)
RB Production menerima Video Editing buat acara Pernikahan, Khitanan, Wisuda DLL

Tuesday, 28 September 2010

Mesjid Bergeser di Tasikmalaya

saya yang waktu itu sedang asik mengotak-ngatik komputer di Speed Net Jl. Dewi Sartika no 08, Kota Tasikmalaya, tiba-tiba datang sebuah SMS yang berisikan "Aa Masjid di Teun Nenk ngageser ka kaler" (kaka Mesjid yang dekat Rumah Neng Bergeser ke arah utara). awalnya saya menghiraukannya, namun rasa penasaran saya membuat lebih bertanya-tanya dan lebih penasaran yang ahkirnya saya bernekad untuk meninggalkan pekerjaanku sementara untuk melihat langsung kejadian tersebut.

Saya beserta kawan-kawan (asymansyah Timutiah, Yoni Kustaman, Mang Ai dan Teguh) langsung menuju lokasi kejadian. 20 meter sebelum sampai pada tujuan saya dikagetkan dengan banyaknya kerumunan warga yang menyaksikan dan baru berdatangan, tentu saja perasaan ini lebih penasaran dan setelah saya masuk kedalam mesjid, ternyata betul, tiang penyangga yang awalnya sejajar dengan tempat mimbar pada waktu itu menjadi tidak sejajar, saya ukur sendiri tiang itu dan saya berkeliling sejenak untuk melihat-lihat fisik mesjid yang barangkali ada sebuah retakan atau pergeseran pondasi pada dinding-dinding Masjid tersebut dan sama sekali tidak ada sedikitpun retakan atau pergeseran Pondasi disekitar Mesjid.

Saya sempat mengambil Foto dan merekam kerumunan warga yang ingin menyaksikan. namun tiba-tiba ibu-ibu yang dari tadi duduk di belakang Tiang berteriak histeris meneriakan Istighfar dan meneriakan "tingali tihang muter deui" (lihat Tiang kembali berputar)saya pun langsung menghampiri kerumunan ibu-ibu tersebut dan sayangnya saya tak bisa mengambil putaran tersebut karena perputaran tersebut hanya persekian detik bahkan lebih lambat dari berjalannya seekor siput.






sekali lagi saya ingatkan ini adalah sebuah video nyata, yang direkam pada hari kejadian dimana sebuah tiang penyangga Mesjid berputar 45 derajat dari menghadap Barat menjadi menghadap kearah Barat Laut, tak ada yang menyangka, Mesjid yang direnofasi pada tahun 1989 itu tiba-tiba masyarakat Tundagan, Kel. Linggajaya, Kec. Mangkubumi lebih dikejutkan lagi dengan bergesernya kembali Tiang Pengangga tersebut kearah semula, dengan perasaan kaget ibu-ibu bapak-bapak yang menyaksikan kejadian tersebut tiba-tiba histeris meneriakan Takbir dan Istighfar.

Thursday, 23 September 2010

tiang & lantai Mesjid bergeser sendiri

Ajaib, Tiang dan Lantai Masjid Bergeser Sendiri
Kamis, 23 September 2010 09:56
E-mail Cetak PDF

berita2.com: (Tasikmalaya): Terjadi kegemparan. Lantai dasar keramik dan tiang di dalam Masjid Jami Al-Falah, Kampung Tundagan, Keluarahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/9/2010) malam, bergeser dengan sendirinya.

Pengurus DKM tersebut, Sariful Gaos, mengatakan pergeseran itu tampak jelas terlihat dari lantai dasar masjid yang sebelumnya sudah bergeser sejak empat hari lalu, kemudian kembali terjadi bergeser seperti semula.

Warga sebelumnya tidak percaya, namun karena ini memang keajaiban akhirnya melalui pengeras suara diberitahukan kepada seluruh warga hingga berdatangan ke dalam masjid.

"Terlihat kembali bergesernya sekarang, berubah lagi seperti semula," katanya. Masjid di pinggiran Jalan Tundagan itu dibangun tahun 1989. Berdasarkan pengakuan warga, masjid kembali bergeser seperti semula usai para jemaah menunaikan shalat Isya.

Peristiwa bergesernya masjid itu, hingga menjelang tengah malam warga yang sekadar ingin melihat keajaiban alam tersebut masih memadati kawasan masjid.

Pengakuan warga dan pengurus masjid, tidak ada material bangunan masjid yang mengalami kerusakan atau keretakan dari pergerakan itu, kecuali keretakan bekas gempa Tasikmalaya 2 September 2009.

Warga setempat, Uun (60) mengatakan, pergeseran masjid itu terlihat dari deretan keramik yang arah garisnya bergeser kesamping serta empat tihang berbentuk persegi dalam masjid itu dua diantaranya bagian dinding tihang terlihat sudutnya bergeser.

"Karena tidak percaya bergeser, saya buka karpetnya dan terlihat keramik itu miring ke bagian selatan dan bergeser ke barat," katanya.

Bahkan warga yang mendatangi masjid tersebut tampak keheranan dan sebagian warga mengaku merinding mendengar dan melihat langsung lantai dan tihang masjid bergeser dari sudut yang biasa warga melihatnya sejak awal pembangunan.

"Terlihat bergesernya itu dari lantai dan tihang dalam masjid melilit ke samping," kata salah seorang warga setempat Ny Yuyun yang datang bersama anaknya.

sumber: http://www.berita2.com/daerah/jawa/7092-ajaib-tiang-dan-lantai-masjid-bergeser-sendiri.html

Monday, 21 June 2010

Malam Imtihan Madrasah AL-HIDAYAH

Madrasah Al-Hidayah yang beralamat JL. Paseh Gg. Kaum I, malam Minggu tanggal 19 Juni dan Senin 20 Juni 2010, telah sukses memeriahkan acara pelepasan Santriwan-santriwati angkatan 2009-2010. selain itu juga Madrasah AL-HIDAYAH menyelanggarakan Malam Imtihan dengan mementaskan karya siswa-siswinya, seperti: Drama, Lagu islami, Tari, perfomance, DLL. disamping itu juga, pada malam terahkir dimeriahkan oleh Bobodoran Sunda (Lawak Sunda) yang dibawakan oleh Wawan Céngék.




Friday, 18 June 2010

Poster

Sebagai pemula Bikin Poster memang gampang-gampang-susah, yang paling sulit adalah menyesuaikan warna dan menyeimbangkan bloking gambar dengan title apalagi menyesuaikan dengan tema yang kita usung (kayaknya perlu S2 baru bisa hehehe...) gambar ini tak indah untuk dilihat, tapi setidaknnya bisa dijadikan acuan untuk kita semua hkususnya buat kawan-kawan yang mau terjun di duinia Desain grafis..... (jangan lupa komentnya ya... heheh)





Friday, 4 June 2010

Sunday, 30 May 2010

Lagu Indie Tasik

Harapan_By_RianBungsu



DEKER_Dunia_Ini_Milik_Kita



DEKER_Bukan_Orang_Setia



DEKER_Kosong



DEKER_Kita



THE_JEUBLEH_Tarix Hanyirt



THE_JEUBLEH_Hariring_Nyeuri_Hoentoe




THE_JEUBLEH_Ya_ya_Rock_N_Roll

Tuesday, 30 March 2010

Sunday, 14 March 2010

Teater Dongkrak antara "Sadrah dan Rasa Tumarima" yang belum total






Ini adalah sebuah analisis terhadap proses kreatif yang tengah dilakoni kelompok kesenian Teater Dongkrak menuju FDBS (Festival Drama Basa Sunda XI Tahun 2010 ) di Gedung Kesenian Rumentang Siang Tanggal 4 Maret sebagai salah satu peserta yang mendapat posisi ke 16 dari urutan pelaksanaan pementasan. saya sendiri tidak begitu intens mengikuti proses latihan tersebut, hanya saja ketika ada waktu luang kita sempat berbicara serta mendiskusikan berbagai hal yang dirasa patut untuk di evaluasi sedemikian rupa.
Kita pun tahu di Tasikmalaya, nama kelompok Teater Dongkrak telah menjadi sebuah ikon serta mark terlegitimasi sebagai salah satu kelompok kesenian yang besar dan hebat, apalagi Dongkrak sempat mendapat julukan Maung Lodaya nya tasik, pandai mengaum dan menguap begitu saja. mengasah cakar, menjilat tubuh, dan menggeliat. tentu saja aktifitas ini menjadi sebuah afiliasi yang belum total menerima kenyataan bahwa memang dongkrak adalah sebuah kelompok yang besar dan kuat.

Tepat kiranya ketika Dongkrak memutuskan untuk menggarap Naskah Sadrah nya Kang Nunu Nazarudin Azhar, terlepas dari keterikatan geografis bahwasanya Kang Nunu adalah Pituin Tasik, dan Secara Historis tidak bisa disangkal antara Dongkrak dan Kang Nunu mempunyai keterikatan batin yang begitu romantis.

Saya sering membaca Naskah Sadrah ini, membolak balik makna dan maksud. begitu mengena alam realisnya sehingga penggunaan tema sosial kiranya sangat tepat dan brilian untuk di jewantahkan ke dalam media panggung.

Ada beberapa poin yang ingin dibahas secara tekstual kepada rekan-rekan dongkrak di sini. terlepas dari wujud naskah dan wujud panggung yang tengah di geluti serta pembedahan yang lebih alturistik oleh Kang Jabo beserta patih-patih Dongkrak lainnya.

Pertama : SDM yang tidak sempurna yang dimiliki Dongkrak, dan ini menjadi sebuah dilematisme tersendiri buat tubuh organisatoris. anatomi yang belum total menyimpan konsep sadrah secara lilahi ta'ala. mencerabut organ dari organ yang lain tentu akan menjadi sebuah gejala simbiosis.
Simbiosis adalah hubungan antara dua mahluk hidup yang memiliki ketergantungan. Simbiosis ada tiga macam, yaitu :

a. Mutualisme : Dimana keduanya saling menguntungkan
b. Komensalisme : Dimana yang satu merasa untung sedang yang lain tidak dirugikan
c. Parasitisme : Yang satu untung, yang satu lagi menderita

Dan dalam kehidupan sebagai seniman, hubungan ini ternyata dapat saya temui juga. Contoh nyatanya bisa kita lihat menjelang pagelaran.

Begini, beberapa hari menjelang pagelaran biasanya para seniman terlihat amat sibuk. Bukan sibuk dengan karya, tapi sibuk mencari bahan karya. Dari sini, bisa kita lihat berlakunya simbiosis, baik mutualisme, komensalisme, maupun parasistisme.

Nah permasalah semacam ini menjadi persoalan biasa saja tetapi akan terlihat menjadi luar biasa dan kacau jika terlihat oleh kacamata totalisme berkesnian secara kompetitor. terlebih di dalam kubu dongkrak ada dualisme yang di lakoni oleh ikon-ikon dongkrak itu sendiri....
Rupanya Dongkrak belum secara nyata memaknai sadrah dan rasa tumarima yang total. terkahir, apapun penilian orang terhadap dongkrak, semoga jadi motivasi yang pasti dan terencana...
Demikian catatan kecil ini saya buat dan saya dedikasikan buat rekan-rekan dongkrak di tasikmalaya sebagai wujud cinta kasih yang total. kita mesti pasrah pada akhirnya jika harus menjadi juara pertama di FDBS nanti.. semoga saja

penulis: Mang Oyon. (danar@crypton97.zzn.com)