pada hari minggu 30 februari 2009, kita berkumpul disalah satu rumah yang penuh keharmonisan...
disana kita bisa mencurahkan segala rasa senang, rindu bahkan juga rasa emosi. emosinya ketika kita sudah merasa lapar sesudah mencium bau nasi liwet yang hampir matang, semua teman-teman rasanya sudah tidak sabar untuk mencicipinya "gancang lah, lapar yeuh..." celetusan Mang Ai seraya merobek bungkus rokok oleh mulutnya..
Tuesday, 3 March 2009
Thursday, 29 January 2009
Sebuah Pencarian
Aku yang kehilangan diri
Tak mampu menjabarkan huruf-huruf yang
Terus berkerumun dipikirku.
Wajah-wajah sunyi, menjadi batu keras dalam ingatan.
Memaparkan betapa sulit aku pahat kata-katamu
Menjadi sebuah patung malaikat.
Dengan kekosongan aku berjalan
Mencari sebuah nama dibaliknya.
Ya...
Hanya sebuah nama.
Aku yang kehilangan diri
Tak mampu menjabarkan huruf-huruf yang
Terus berkerumun dipikirku.
Wajah-wajah sunyi, menjadi batu keras dalam ingatan.
Memaparkan betapa sulit aku pahat kata-katamu
Menjadi sebuah patung malaikat.
Dengan kekosongan aku berjalan
Mencari sebuah nama dibaliknya.
Ya...
Hanya sebuah nama.
Ting-tong
yah....malam itu...
Aku
Terlentang di sudut alas,
Dikrumuti nyamuk-nyamuk lapar.
Aku
Terpelungkup denting suara waktu
Diruang gelap
Pengap
Penuh asap dupa
Suara gemercik air
Keluar lamban
Dari keran penuh benalu
Dia
Datang membentengi kelopak mimpi dan
Dia
Menerjemaahkannya lewat sisa-sisa
Rokok bekas tadi malam.
2007
Subscribe to:
Posts (Atom)